Tampilkan postingan dengan label Materi Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kuliah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Agustus 2015

Cara Memasak Brokoli dengan Diet Terapi Penyakit Kanker

Cara Memasak Brokoli dengan Diet Terapi Penyakit Kanker
Oleh
Dewi Agustin
E-mail: Dewiagustindiharjo@gmail.com
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi
Fakultas Keguran Dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang


Abstrak
Di Indonesia penyakit kanker masuk dalam 6 urutan terbesar penyebab kematian, dan kanker paru-paru menempati urutan pertama penyebab kematian jika dibandingkan dengan penyakit kanker lainnya (Depkes, 2006). Faktor yang mempengaruhi dari penyakit kanker adalah faktor keturunan, faktor Lingkungan, faktor makanan, virus, faktor infeksi, faktor perilaku, faktor gangguan dari keseimbangan hormonalnya, dan terakhir faktor radikal bebas. Di Indonesia, brokoli merupakan sayuran yang sangat terkenal, terutama bagi orang-orang yang tinggal di perkotaan. Waktu pertama kali muncul, brokoli menjadi sayuran yang cukup langka dengan harga mahal dan dianggap sebagai sayuran kelas atas. Tanaman brokoli adalah tanaman yang termasuk sayuran yang tidak tahan terhadap udara panas, tetapi juga tidak kuat dengan hujan yang terus menerus. Brokoli (Brassica oleraceae var. Italica) masuk dalam keluarga tanaman kubis-kubisan. Kerabat dekat brokoli adalah sawi putih, sawi daging, sawi hijau, kol rabi, dan sawi hitam. Fisik brokoli hampir sama dengan dengan bunga kol. Tetapi perbedaannya terletak pada warnanya. Warna bunga brokoli hijau, sedangkan bunga kol berwarna putih.

Pyrrophyta

Ceratium furca


Pyrrophyta adalah alga uniselular (bersel satu) dengan dua flagel yang berlainan, berbentuk pita, keluar dari sisi perut dalam suatu saluran. Mengandung pigmen (klorofil A,C2 dan piridinin,sementara yang lain memiliki klorofil A, C1, C2 dan fucosantin) yang dapat berfotosintesis. Hanya dinoflagellata yang memiliki kemampuan untuk berfotosintesis. Berwarna kuning coklat. Alga yang termasuk alga api ini disebut Dino Flagellata, tubuh tersusun atas satu sel memiliki dinding sel dan dapat bergerak aktif. Ciri yang utama bahwa di sebelah luar terdapat celah dan alur, masing-masing mengandung satu flagel. Alga api berkembangbiak dengan membelah diri, kebanyakan hidup di laut dan sebagian kecil hidup di air tawar. Contohnya adalah Perodinium. Alga api yang hidup di laut memiliki sifat fosforesensi yaitu memiliki fosfor yang memancarkan cahaya. Karakteristik dari dinoflagelata, hanya sekitar setengah dari spesies dinoflagelata yang mengandung pigmen yang dapat berfotosintesis, sementara yang lain adalah hetertotrop. Hanya dinoflagelata yang mampu untuk fotosintesis yang dibahas disini. Adanya dua pola pigmentasi adalah hal yang umum terjadi pada dinoflagelata. Banyak dinoflagelata yang mcmiliki klorofil A dan C2 dan peridinin, sementara yang lain memiliki klorofil A, Ci dan C2 dan fucoxanthin. Keberadaan pigmen yang ada pada sedikit dinoflagelated yang lain akan dibicarakan kemudian. Karbohidrat disimpan scbagai zat tepung, tetapi keberadaan lemak mungkin lebih penting sebagai cadangan. Sel dari dinofelgelatri tidak dilingkupi olch dinding tetapi memiliki sebuah theca sebagai pokok membran sel, yang mana terdiri dari piling yang tenuri dari selulosa. Nukleus dan koroplast memiliki sifat yang tidak biasa.

Phaeophyta

The Phaeophyta

Ganggang coklat adalah salah satu ganggang yang tersusun atas zat warna atau pigmentasinya. Menurut A. R. Loveless (1989), phaeophyta (ganggang coklat) ini berwarna coklat karena mengandung pigmen xantofis. Bentuk tubuhnya seperti tumbuhan tinggi. Ganggang coklat ini mempunyai talus (tidak ada bagian akar, batang dan daun), terbesar diantara semua ganggang ukuran tulusnya mulai dari mikroskopik sampai makroskopik. Ganggang ini juga mempunyai jaringan transportasi air dan makanan yang anolog dengan transportasi pada tumbuhan darat, kebanyakan bersifat autotrof.

Jumat, 14 Agustus 2015

Mekanisme Peran Streptococcus lactis dalam Olahan Makanan



 Mekanisme Peran Streptococcus lactis dalam Olahan Makanan
Oleh:
Ukfa Nur Udin
E-mail: udien6661@gmail.com
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang
Keju merupakan hasil fermentasi oleh bantuan bakteri Streptococus lactis.

Abstrak:
Mikrobiologi pangan merupakan salah satu disiplin ilmu mikrobiologi terapan yang mengkaji tentang peran mikroorganisme dalam produksi makanan, menimbulkan kerusakan, dan keracunan makanan serta peran mikroorganisme sebagai salah satu sumber makanan manusia. Salah satu jenis bakteri yang sangat bermanfaat yaitu bakteri Streptococcus lactis. Bakteri tersebut dapat berperan dalam proses fermentasi olahan makanan seperti keju, mentega, susu, dan kecap. Dalam tulisan ini akan dibahas tentang: mikrobiologi pangan, keuntungan dan kerugian mikroba, ciri-ciri bakteri Streptococcus lactis, peranan bakteri Streptococcus lactis pada olahan makanan, dan kajian religius mengenai penggunaan bakteri Streptococcus lactis terhadap olahan makanan seperti keju dan mentega dalam membantu proses fermentasinya.
Streptococcus lactis adalah salah satu mikroorganisme yang menguntungan. Karena mikroba tersebut mampu membantu pekerjaan manusia dalam membuat olahan makanan. Mikroba Streptococcus lactis mampu membantu dalam proses fermentasi olahan makanan, seperti keju, mentega, kecap, dan susu. Tetapi mikroba Streptococcus lactis dapat merugikan jika dalam penggunaannya tidak sesuai aturan. Misalnya jika dalam pemakaian Streptococcus lactis tidak sesuai aturan atau berlebihan, maka akan terjadi kerugian. Karena produk yang dibuat akan berubah menjadi beracun dan tidak dapat dikonsumsi oleh manusia.

Kata kunci: Mikrobiologi Pangan, Keju, Mentega, dan Streptococcus lactis.

Sabtu, 08 Agustus 2015

Chlorophyta

Gambar Ilustrasi Chlorophyta

 
Chlorophyta adalah salah satu divisi dari Algae. Alga hijau merupakan kelompok terbesar dari vegetasi alga. Alga hijau termasuk dalam divisi chlorophyta bersama charophyceae. Divisi ini berbeda dengan divisi lainnya karena memiliki warna hijau yang jelas seperti pada tumbuhan tingkat tinggi karena mengandung pigmen klorofil a dan klorofil b lebih dominan dibandingkan karotin dan xantofil (Tjitrosoepomo : 1994).

Algae

Gambar Ilustrasi Algae

Algae atau ganggang merupakan salah satu materi yang dipelajari dalam mata kuliah botani tumbuhan rendah. Algae termasuk golongan tumbuhan berklorofil dengan jaringan tubuh yang relatif tidak berdiferensiasi, tidak membentuk akar, batang, dan daun. Tubuh ganggang secara keseluruhan disebut talus. Istilah ini juga digunakan kendati tumbuhan ganggang itu bersel tunggal. Algae diklasifikasikan, secara konvensional bersama-sama dengan bakteri dan fungi, ke dalam subregnumtumbuhan yang tak berpembuluh yang disebut Thallophyta (Tjitrosomo, 2010).